PEKANBARU
Jl. Jendral Sudirman no. 17, Simpang Tiga, Pekanbaru, Riau

DIRECTION TO HOTEL

BATIQA Hotel Pekanbaru is located 1,7 km away from Sultan Syarif Kasim II International Airport. Head north on Jalan Bandara SSK II and then make a U-turn and after going straight on after 250 meters, the hotel will be on your left side.

Mengenal Sejarah Melayu Islam di Siak Sri Indrapura

Saat berlibur bersama keluarga ke Riau, Pekanbaru bukanlah satu-satunya kota yang menarik untuk dikunjungi. Jika Anda datang ke Riau dan belum singgah di Istana Siak Sri Indrapura, maka rasanya kunjungan Anda belum terasa lengkap. 

Istana Siak Sri Indrapura adalah kediaman Sultan Abdul Jalil selama kejayaan Kesultanan Siak Sri Indrapura yang bercorak Melayu Islam. Untuk mengetahui lebih dalam mengenai kesultanan ini, Anda bisa menyimak selengkapnya berikut ini.

Asal-usul Kesultanan Siak Sri Indrapura
Berdasarkan catatan sejarah yang ada, Kesultanan Siak Sri Indrapura yang berada di Riau adalah kerajaan Melayu Islam yang berjaya di sekitar abad ke 16 hingga abad ke 20 Masehi. Kerajaan ini adalah sebuah kerajaan kecil yang didirikan oleh Raja Kecik bergelar Sultan Abdul Jalil Rahmat Syah pada tahun 1723. Sejarah lengkap kerajaan ini bisa ditelusuri dari Kerajaan Johor, sebab Kesultanan Siak merupakan pecahan dari kerajaan tersebut.

Awalnya, daerah Siak�sebelum berdirinya Kesultanan Siak, berada di bawah kekuasaan Kerajaan Johor. Perebutan kekuasaan di Kerajaan Johor mengakibatkan perang saudara antara Sultan Abdul Jalil Rahmat Syah dengan Tengku Sulaiman. Karena kedua belah pihak mengalami kerugian besar, akhirnya perang berakhir dan kedua belah pihak mundur. Tengku Sulaiman mundur ke Pahang, sementara itu Raja Kecil mundur ke Bintan lalu mendirikan kerajaan kecil ini di pinggir Sungai Siak.

Sedikit demi sedikit, pengaruh Kesultanan Siak Sri Indrapura meluas hingga ke Pulau Sumatera dan Kalimantan. Pada masa pemerintahan Sultan Syarif Ali Abdul Jalil Baalawi, Kesultanan Siak mencapai puncak kekuasaan dengan memiliki hingga 12 wilayah jajahan, beberapa di antaranya adalah Serdang, Delu, Asahan, dan Sambas. Hasilnya, Kesultanan Siak mampu mengontrol jalur pelayaran laut antara Kalimantan dan Sumatera. Sayangnya, pada masa pemerintahan kolonial Belanda, wilayah Kesultanan Siak menyusut dan Kesultanan Siak berada di bawah naungan Belanda.

Kondisi tersebut bertahan hingga Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Pasca kemerdekaan Indonesia diproklamirkan, Kesultanan Siak yang saat itu diperintah oleh Sultan Syarif Kasim II mengibarkan bendera Merah putih di istana Siak dan bergabung dengan Republik Indonesia. Sultan Syarif Kasim II menegaskan bahwa kerajaan yang dipimpinnya bergabung dengan Indonesia dengan cara menemui langsung Presiden Pertama RI, Soekarno, dan memberikan Mahkota Kerajaan beserta sejumlah besar uang yang merupakan harta kekayaannya.
 
Fakta-fakta Kompleks Istana Siak Sri Indrapura
Dibalik kisah sejarah Kesultanan Siak, ada daya tarik tersendiri yang muncul dari Kompleks Istana Siak Sri Indrapura yang terletak di Kabupaten Siak, Riau. Berikut beberapa fakta mengenai kompleks Istana Siak Sri Indrapura sebagai perwakilan dari kebesaran Kesultanan Siak.

  • Dibangun pada masa pemerintahan Sultan Syarif Hasyim
Kompleks Istana Siak Sri Indrapura dibangun pada masa pemerintahan Sultan Syarif Hasyim pada tahun 1889. Kompleks istana ini dibangun untuk menjadi kediaman resmi Sultan. Sejak selesai dibangun, Istana Siak setidaknya telah menjadi kediaman bagi Sultan Siak ke-11 yang berkuasa sejak tahun 1889 hingga 1908 dan Sultan ke-12 yang memerintah sejak tahun 1908 hingga 1945. 

  • Memiliki desain arsitektur yang unik dan indah
Keindahan desain arsitektur Istana Siak Sri Indrapura sangat unik karena memadukan unsur-unsur arsitektur budaya Melayu, Arab, dan Eropa. Banyak barang-barang maupun pernak-pernik istana yang didatangkan langsung dari Eropa maupun Jazirah Arab. Pada masanya tersebut, Istana Siak benar-benar sebuah istana megah yang amat luar biasa.
Dari sisi arsitektur, melihat Istana Siak dari jauh saja sudah terlihat pilar dan lengkungan yang biasanya terdapat pada bangunan-bangunan bercorak Eropa dan Timur Tengah.

  • Kompleks Istana Siak Sri Indrapura terdiri dari empat istana
Banyak yang mengira jika istana miliki Kesultanan Siak hanya satu buah saja. Padahal, ini adalah sebuah kompleks istana yang terdiri dari empat istana yaitu Istana Siak, Istana Baroe, Istana Padjang, dan Istana Lima. Ada taman yang indah lengkap dengan balai adat tepat di belakang Istana Siak. Secara total, luas kompleks Istana Siak mencapai 32.000 meter persegi.

  • Pesona Istana Siak Sri Indrapura Saat Ini
Setelah bergabungnya Kesultanan Siak ke dalam Republik Indonesia, maka Istana Siak Sri Indrapura menjadi salah satu aset berharga milik pemerintah. Karena kecantikan perpaduan arsitekturnya lengkap dengan sejarah Kesultanan Siak yang diembannya, Kompleks Istana Siak Sri Indrapura kini menjadi tempat tujuan wisata bagi para wisatawan yang  berlibur di Riau. Ini dia pesona Istana Siak yang harus Anda saksikan sendiri:
  • Terdiri dari dua lantai penuh koleksi menarik
Luas Istana Siak sendiri kurang lebih sekitar 1.000 meter persegi yang terdiri dari dua lantai. Lantai dasar terdapat enam ruang sidang, sebuah ruang tamu kehormatan, serta dua buah ruangan untuk tamu biasa (datu untuk laki-laki dan satu untuk perempuan). Sementara itu, di lantai atas ada sembilan ruangan yang dulunya digunakan oleh Sultan, lengkap dengan sebuah ruang tamu kerajaan.

  • Material indah dan unik di tiap sudut istana
Istana yang dijuluki sebagai Istana Matahari Timur ini bagian dindingnya dilapisi oleh keramik berkualitas tinggi yang langsung didatangkan dari Perancis. Di bagian atas istana, terdapat enam buah patung elang yang menjadi simbol keberanian anggota istana kerajaan. Menurut filosofinya, kepakan sayap burung elang tersebut mewakili kekuasaan kerajaan yang mengayomi wilayah-wilayah yang berada dalam naungannya.

Anda juga akan menemukan delapan buah meriam di halaman istana yang dulunya digunakan sebagai alat utama sistem persenjataan untuk mempertahankan istana dari serbuan musuh. Tidak hanya itu saja, di bagian belakang istana ini, Anda bisa menyaksikan sebuah bangunan kecil yang berfungsi menjadi penjara sementara.

  • Menyimpan benda peninggalan kesultanan
Ada berbagai benda peninggalan Kesultanan Siak yang dirawat dan dipajang untuk dipamerkan kepada para wisatawan. Mulai dari benda-benda yang dipakai sehari-hari di masa kerajaan seperti piring, gelas, sendok hingga berbagai benda fungsional seperti payung kerajaan, tombak kerajaan, kursi singgasana, hingga tiruan mahkota kerajaan. Bahkan ada sebuah gramofon yang kabarnya hanya ada dua buah di dunia!

Tak ketinggalan, guci-guci besar dengan lukisan indah asal Cina juga menjadi koleksi di istana ini. Anda bisa menemukannya di sudut-sudut ruangan sehingga mempercantik dekorasi interior Istana Siak. Di dinding Istana, Anda bisa melihat foto-foto tokoh-tokoh Kesultanan Siak dalam ukuran besar.

  • Ada unsur misteri di antara peninggalan dalam istana
Istana Siak rupanya tak hanya berisi koleksi-koleksi biasa bekas Kesultanan Siak, tetapi ada beberapa peninggalan yang dianggap misterius oleh masyarakat. Salah satunya adalah sebuah brankas kerajaan berukuran besar yang tidak bisa dibuka sama sekali. Hingga saat ini, tidak ada yang tahu apa isi brankas tersebut. Berbagai usaha telah dilakukan mulai dari memanggil ahli kunci brankas hingga melakukan pengeboran. Tapi hasilnya nihil dan brankas tetap tidak bisa dibuka.

Lainnya, ada misteri yang menyelimuti cermin permaisuri yang ada di istana ini. Konon katanya, jika seseorang bercermin di depannya dan berharap sesuatu dengan niat yang sungguh, maka niat tersebut akan terkabul. Selain itu, dipercaya pula jika cermin tersebut juga mampu membuat wajah orang yang melihatnya menjadi awet muda dan lebih cerah.
 
  • Cara Mudah Mencapai Istana Siak
Umumnya, wisatawan luar daerah yang datang ke Siak memulai perjalanan dari Pekanbaru. Jika Anda menginap di hotel di Pekanbaru, tidaklah sulit untuk mencapai Siak lewat jalan darat. Ya, dengan menggunakan alat transportasi darat, Anda hanya memerlukan waktu sekitar 1,5 jam hingga 2 jam saja. Disarankan jika Anda berlibur rombongan bersama teman-teman Anda, sebaiknya menggunakan kendaraan pribadi, seperti mobil, karena lebih nyaman dan hemat biaya.

Namun, jika Anda ingin merasakan sensasi berlayar di Sungai Siak maka Anda bisa memilih moda transportasi air dengan menggunakan speed boat. Perjalanan dimulai dari Pelabuhan Sungai Duku dan diakhiri di Pelabuhan Kota Siak. Lama perjalanan pun tak jauh berbeda dari transportasi darat, yaitu sekitar 2 jam saja.

Anda bisa mengunjungi Istana Siak setiap hari Senin hingga Kamis dan Sabtu pada pukul 09.00 pagi hingga 16.00. Sementara pada hari Jumat, Anda dan keluarga bisa  mengunjungi tempat ini mulai pukul 13.45 hingga 16.00.

Akomodasi dan Fasilitas-fasilitas di Area Istana Siak
Jika Anda memilih untuk menginap di Siak untuk menikmati berbagai daya tarik wisata wilayah ini, Anda bisa mempertimbangkan untuk menginap di sekitar Istana Siak alih-alih kembali ke hotel di Pekanbaru. Sebagai wilayah yang dikembangkan sebagai daerah tujuan wisata oleh pemerintah setempat, ada banyak hotel dan penginapan yang tersedia di Siak. Mulai dari hotel atau penginapan murah hingga hotel yang ramah untuk keluarga tersedia di Siak.

Soal perut pun Anda tak perlu khawatir. Ada begitu banyak tempat makan di Siak yang mampu memanjakan lidah Anda dengan berbagai menu yang membuat Anda ketagihan. Kebanyakan hidangan yang disediakan di berbagai tempat makan tersebut merupakan hidangan khas Melayu yang kelezatannya tak perlu diragukan lagi dan cocok dengan lidah kebanyakan orang Indonesia seperti Udang Galah Goreng, Asam Pedas Ikan Tapah, Asam Pedas Baung, hingga Gulai Siput.

Bagi Anda yang suka menyeruput kopi panas untuk menghalau kantuk, ada banyak kedai kopi lezat yang biasanya dimiliki oleh warga Tionghoa menawarkan secangkir kopi dengan cita rasa khas. Selain kopi, Anda juga bisa menemukan minuman yang menyegarkan macam es kelapa muda di berbagai kedai yang ada di Siak. Jangan lupa, saat sore atau malam hari, Anda bisa berjalan-jalan di pinggiran Sungai Siak sekitaran Jembatan Ratu Agung Sultanah Latifah untuk menikmati keindahan lanskap sungai dan jembatan, lengkap dengan lampu-lampu berkelipnya yang indah.

Jika Anda berminat untuk mengunjungi Istana Siak Sri Indrapura, sangat disarankan untuk datang di hari biasa, bukan di puncak masa liburan. Mengapa? Karena saat musim liburan, jumlah pengunjung akan meningkat berkali lipat. Bahkan pada puncak liburan seperti saat Idul Fitri, jumlah pengunjung bisa mencapai 14 ribu hingga 15 ribu orang. Jadi, sudahkah Anda mempersiapkan liburan Anda ke Siak? Selamat berlibur!

Share this:

READ MORE

EXPLORE OTHER GUIDES & STORIES
Masjid Agung An-Nur Pekanbaru : Taj Mahal dari Indonesia
Liburan di Pekanbaru belum lengkap jika belum singgah ke Masjid Agung An-Nur. Masjid besar yang bersejarah ini juga mudah diakses dari BATIQA Hotel Pekanbaru.
READ MORE
Mengenal Komplek Candi Muara Takus di Riau
Candi Muara Takus merupakan salah satu objek wisata bersejarah di Riau yang patut dikunjungi. Yuk, sempurnakan liburan Anda bersama BATIQA Hotel Riau.
READ MORE
Candi Muara Takus, Peninggalan Sejarah Agama Buddha di Riau
Saat berkunjung ke Riau dan bermalam di Pekanbaru, jangan lupa menyempatkan waktu untuk mengunjungi Candi Muara Takus di Kabupaten Kampar.
READ MORE
JOIN OUR MAILING LIST
Be the first to know about our exclusive offers, news, and events!
FOLLOW US